-
Tim Nasional Uni Rugbi Indonesia: Membentuk Jejak di Dunia Olahraga
Tim Nasional Uni Rugbi Indonesia merupakan representasi Indonesia dalam olahraga uni rugbi di tingkat internasional. Olahraga ini, yang sering kali dikenal dengan istilah rugbi union, adalah salah satu cabang olahraga beregu yang semakin mendapatkan perhatian di Tanah Air. Dengan semangat untuk membangun kompetisi yang kompetitif dan mengangkat nama Indonesia di arena global, tim nasional terus berkembang meskipun menghadapi berbagai tantangan.

Sejarah Uni Rugbi di Indonesia
Rugbi pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada awal abad ke-20 oleh komunitas ekspatriat. Namun, popularitasnya di kalangan masyarakat lokal baru mulai berkembang dalam beberapa dekade terakhir. Pada tahun 2004, Indonesia Rugby Football Union (IRFU), yang kini dikenal sebagai Persatuan Rugby Union Indonesia (PRUI), resmi didirikan sebagai badan pengatur olahraga ini di Indonesia.
Indonesia mulai aktif berpartisipasi dalam kompetisi internasional pada awal 2010-an. Keikutsertaan di turnamen regional seperti Asia Rugby Championship dan SEA Games menjadi langkah penting dalam membangun fondasi tim nasional.
Format Permainan dan Tim Nasional
Uni rugbi dimainkan oleh dua tim yang masing-masing terdiri dari 15 pemain di lapangan. Selain itu, ada format permainan lain yang populer, seperti rugbi sevens, yang dimainkan oleh tujuh pemain per tim.
Kategori Tim Nasional
Indonesia memiliki tim nasional untuk beberapa kategori, antara lain:
- Tim Senior Pria
Merupakan tim utama yang bersaing di kompetisi tingkat regional dan internasional. - Tim Senior Wanita
Wanita Indonesia juga aktif berkompetisi, terutama dalam format rugbi sevens. - Tim Junior
Fokus pada pengembangan pemain muda, tim junior menjadi harapan masa depan rugbi Indonesia.
Perkembangan Tim Nasional
Tim Nasional Uni Rugbi Indonesia telah menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, baik dari segi kualitas pemain maupun partisipasi di kompetisi internasional.
1. Kompetisi Internasional
Indonesia secara konsisten berpartisipasi dalam turnamen di bawah naungan Asia Rugby, seperti:
- Asia Rugby Sevens Trophy
Ajang ini menjadi platform penting bagi Indonesia untuk mengasah kemampuan melawan tim-tim kuat dari Asia. - SEA Games
Rugbi sevens telah menjadi cabang olahraga resmi di SEA Games, memberikan peluang bagi tim Indonesia untuk bersaing di level regional.
2. Pengembangan Pemain
PRUI bekerja keras untuk menemukan dan melatih talenta lokal melalui:
- Kompetisi Lokal
Liga rugbi lokal seperti Indonesian Rugby Championship membantu membangun ekosistem olahraga yang kompetitif. - Akademi Rugbi
Beberapa akademi rugbi telah didirikan untuk melatih pemain muda dan meningkatkan standar permainan mereka.
3. Partisipasi Komunitas
Rugbi kini mulai dikenal di berbagai daerah, dengan program pengenalan di sekolah dan kampus untuk menarik minat generasi muda.

Tantangan yang Dihadapi
Seperti olahraga lainnya yang belum terlalu populer di Indonesia, tim nasional uni rugbi menghadapi beberapa tantangan besar:
- Kurangnya Popularitas
Rugbi belum memiliki basis penggemar yang besar seperti sepak bola atau bulu tangkis, sehingga memengaruhi dukungan publik. - Keterbatasan Fasilitas dan Infrastruktur
Lapangan dan fasilitas khusus untuk rugbi masih terbatas, terutama di luar kota besar. - Pendanaan dan Sponsor
Minimnya sponsor membuat PRUI harus bekerja ekstra keras untuk membiayai pelatihan, pengembangan pemain, dan partisipasi internasional. - Kurangnya Pengetahuan Teknis
Banyak masyarakat dan pelatih lokal yang masih mempelajari teknik dan aturan permainan secara mendalam.
Prestasi yang Diraih
Meskipun menghadapi banyak tantangan, tim nasional uni rugbi Indonesia telah mencatat beberapa pencapaian penting:
- Medali Perunggu SEA Games 2019
Tim rugbi sevens putra berhasil meraih medali perunggu, yang menjadi titik balik dalam sejarah rugbi Indonesia. - Performa Konsisten di Asia Rugby Trophy
Indonesia secara bertahap meningkatkan peringkatnya dalam kompetisi ini, menunjukkan progres yang menjanjikan.
Dukungan dan Upaya Promosi
Untuk memajukan rugbi di Indonesia, PRUI bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan olahraga ini:
- Kolaborasi dengan Sekolah dan Universitas
Program pengenalan rugbi di institusi pendidikan bertujuan untuk menarik minat generasi muda. - Media Sosial dan Kampanye Digital
Promosi melalui media sosial dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang rugbi. - Kerja Sama Internasional
PRUI bekerja sama dengan federasi rugbi dari negara-negara maju untuk mendapatkan pelatih dan pelatihan berkualitas tinggi.
Masa Depan Tim Nasional Uni Rugbi Indonesia
Dengan dukungan yang terus meningkat, masa depan tim nasional uni rugbi Indonesia terlihat cerah. Beberapa langkah penting yang diharapkan dapat membawa rugbi Indonesia ke level berikutnya adalah:
- Peningkatan Infrastruktur
Menyediakan lebih banyak lapangan dan fasilitas untuk mendukung latihan dan kompetisi. - Pendidikan Pelatih dan Wasit
Melatih lebih banyak pelatih dan wasit bersertifikasi untuk mendukung ekosistem olahraga. - Pengembangan Pemain Muda
Fokus pada pemain muda melalui akademi dan turnamen junior untuk menciptakan generasi penerus yang tangguh. - Peningkatan Partisipasi Internasional
Meningkatkan frekuensi keikutsertaan di turnamen internasional untuk memperkuat mental bertanding.
Kesimpulan
Tim Nasional Uni Rugbi Indonesia adalah simbol semangat dan dedikasi dalam membangun olahraga rugbi di Tanah Air. Dengan upaya yang terus-menerus, prestasi yang membanggakan, dan dukungan dari berbagai pihak, tim ini memiliki potensi besar untuk bersaing di kancah internasional. Sebagai salah satu olahraga yang mempromosikan kerja sama tim dan sportivitas, rugbi juga menawarkan nilai-nilai positif bagi generasi muda Indonesia. Kini saatnya masyarakat memberikan perhatian lebih kepada olahraga ini dan mendukung perjalanan tim nasional menuju puncak prestasi.
BACA JUGA : Rugby World Cup: Kompetisi Bergengsi yang Mengukir Sejarah Olahraga
- Tim Senior Pria
-
Rugby World Cup: Kompetisi Bergengsi yang Mengukir Sejarah Olahraga
Rugby World Cup (RWC) adalah salah satu kompetisi olahraga paling bergengsi di dunia, yang mempersatukan negara-negara untuk berkompetisi dalam olahraga rugby. Ajang ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 1987 dan telah menjadi platform utama untuk menampilkan bakat terbaik dalam olahraga rugby union. Dalam artikel ini, kita akan membahas sejarah, format, negara-negara unggulan, dan dampak global dari kompetisi ini.

Sejarah Rugby World Cup
Rugby World Cup lahir dari ide untuk menciptakan turnamen internasional yang menyatukan negara-negara rugby terbesar. Sebelum turnamen ini, kompetisi rugby bersifat regional, seperti Six Nations di Eropa atau Tri Nations di belahan selatan.
- Edisi Perdana (1987):
Turnamen pertama diselenggarakan di Selandia Baru dan Australia. Delapan belas tim diundang untuk berkompetisi, dengan Selandia Baru akhirnya menjadi juara perdana setelah mengalahkan Prancis di final. - Perkembangan Selanjutnya:
Dari edisi ke edisi, Rugby World Cup terus berkembang, baik dalam jumlah partisipan maupun penonton global. Tahun 1995 menjadi tonggak penting ketika Afrika Selatan menjadi tuan rumah pasca-apartheid, di mana kemenangan mereka dianggap simbol persatuan bangsa.
Format Kompetisi
Rugby World Cup biasanya diadakan setiap empat tahun sekali, dengan format yang terus disempurnakan untuk memastikan persaingan yang adil dan menarik.
- Penyisihan Grup:
Tim peserta dibagi menjadi empat grup, masing-masing berisi lima tim. Setiap tim bermain melawan semua tim lain di grup mereka, dengan poin yang diberikan untuk kemenangan, seri, atau bonus (misalnya mencetak banyak try). - Babak Gugur:
Dua tim teratas dari masing-masing grup melaju ke perempat final. Selanjutnya, pemenang melangkah ke semifinal, final, dan perebutan tempat ketiga. - Kualifikasi:
Sebagian besar tim harus melalui babak kualifikasi regional untuk mendapatkan tempat di turnamen, kecuali tim-tim unggulan dari edisi sebelumnya yang otomatis lolos.
Negara-Negara Unggulan
Beberapa negara telah mendominasi Rugby World Cup sepanjang sejarahnya. Berikut adalah tim-tim yang sering menjadi sorotan:
- Selandia Baru (All Blacks):
Dengan gaya permainan yang agresif dan formasi haka ikonik, All Blacks telah memenangkan turnamen sebanyak tiga kali (1987, 2011, 2015). Mereka dikenal sebagai tim yang konsisten dan tangguh. - Afrika Selatan (Springboks):
Springboks telah menjadi juara empat kali (1995, 2007, 2019, 2023), menjadikannya tim paling sukses dalam sejarah Rugby World Cup. Kemenangan mereka pada 1995 adalah salah satu momen paling emosional dalam olahraga. - Australia (Wallabies):
Wallabies telah memenangkan turnamen dua kali (1991 dan 1999) dan sering menjadi pesaing kuat di setiap edisi. - Inggris:
Inggris menjadi tim Eropa pertama yang memenangkan Rugby World Cup pada tahun 2003, dengan tendangan drop goal legendaris oleh Jonny Wilkinson. - Prancis:
Meskipun belum pernah menjadi juara, Prancis telah tiga kali mencapai final dan dikenal dengan gaya permainan flamboyan mereka.
Dampak Global Rugby World Cup
Rugby World Cup tidak hanya sekadar kompetisi olahraga; ia memiliki dampak luas yang mencakup ekonomi, budaya, dan politik.
1. Ekonomi
Turnamen ini memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi negara tuan rumah:
- Pariwisata: Turnamen menarik ratusan ribu penggemar dari seluruh dunia, meningkatkan pendapatan sektor pariwisata.
- Lapangan Kerja: Persiapan dan pelaksanaan turnamen menciptakan ribuan pekerjaan di sektor infrastruktur, transportasi, dan jasa.
2. Budaya
Rugby World Cup menjadi ajang untuk memperkenalkan budaya negara tuan rumah kepada dunia:
- Tari Haka Selandia Baru: Haka menjadi simbol kekuatan dan semangat dalam rugby.
- Keberagaman: Negara-negara seperti Jepang menunjukkan bahwa rugby bukan hanya milik negara-negara tradisional tetapi juga dapat berkembang di wilayah baru.
3. Politik dan Persatuan
Rugby sering menjadi simbol persatuan:
- Afrika Selatan 1995: Kemenangan Springboks di kandang sendiri menjadi simbol rekonsiliasi pasca-apartheid di bawah kepemimpinan Nelson Mandela.
Momen Ikonik dalam Sejarah Rugby World Cup
- Haka Pertama All Blacks (1987):
Selandia Baru memulai tradisi haka di Rugby World Cup pertama, menciptakan tontonan yang memikat penggemar. - Drop Goal Jonny Wilkinson (2003):
Drop goal Wilkinson di menit-menit terakhir final melawan Australia memastikan kemenangan Inggris yang pertama. - Keberhasilan Jepang (2019):
Jepang, sebagai tuan rumah, membuat sejarah dengan mencapai perempat final untuk pertama kalinya, mengalahkan tim kuat seperti Irlandia dan Skotlandia.
Tantangan dan Masa Depan Rugby World Cup
Meskipun Rugby World Cup adalah ajang besar, ia menghadapi tantangan:
- Dominasi Tim-Tim Tradisional: Kompetisi sering didominasi oleh negara-negara dari belahan bumi selatan, seperti Selandia Baru, Australia, dan Afrika Selatan.
- Pengembangan Rugby di Negara Baru: Penting untuk memperluas basis olahraga ini ke negara-negara berkembang untuk memastikan partisipasi yang lebih luas.
Di masa depan, Rugby World Cup diharapkan dapat terus tumbuh dengan lebih banyak negara baru yang berpartisipasi dan meningkatkan daya tarik global olahraga ini.

Kesimpulan
Rugby World Cup adalah lebih dari sekadar kompetisi olahraga; ini adalah ajang yang menyatukan dunia melalui semangat, persaingan sehat, dan penghormatan terhadap budaya. Dengan sejarah yang kaya, momen-momen ikonik, dan dampak luasnya, Rugby World Cup terus menjadi simbol keunggulan dan persatuan dalam olahraga. Kompetisi ini tidak hanya menampilkan yang terbaik dari dunia rugby tetapi juga menginspirasi generasi baru untuk mencintai dan mendukung olahraga yang penuh energi dan semangat ini.
BACA JUGA : Perbedaan Antara Rugby Union dan Rugby League
- Edisi Perdana (1987):
-
Berita Primer Seputar Olahraga Rugby

Rugby seperti yang ada saat ini adalah salah satu olahraga kontak paling menarik yang ada, perpaduan sempurna antara kecepatan dan pergerakan sepak bola dan sifat fisik sepak bola Amerika yang keras. Piala Dunia Rugbi adalah acara olahraga ketiga yang paling banyak ditonton di dunia, mengikuti di belakang Piala Dunia FIFA dan Olimpiade Musim Panas. Sementara orang Amerika menyukai sepak bola kami, seluruh dunia menyukai rugby mereka. Memang, Piala Dunia 2003 memiliki penonton kolektif lebih dari 3,5 miliar, dan disiarkan di 205 negara berbeda. Mungkin sudah saatnya kita orang Amerika melihat apa yang diributkan…
Berikut ini akan menjadi pengantar dasar untuk permainan rugby, dari sejarah permainan hingga tujuan dan aturan utamanya, dan juga akan memiliki beberapa tip tentang di mana Anda dapat menemukan peluang untuk bermain sendiri.
Sebelum membahas detail tentang cara bermain rugby, perbedaan harus dibuat untuk rugby seperti apa yang sedang kita bicarakan di sini. Ada dua gaya permainan utama, yang dikenal sebagai Rugby Union dan Rugby League. Meskipun mereka memiliki banyak kesamaan, pada dasarnya mereka adalah permainan yang sangat berbeda. Artikel ini akan fokus pada Rugby Union, yang lebih menonjol dari keduanya.
Lapangan dan Peralatan

Bola rugby paling mirip dengan sepak bola Amerika dalam ukuran dan bentuk, meskipun lebih besar dan sebagian besar versi modern tidak memiliki tali.Sejauh peralatan pribadi berjalan, sebenarnya tidak banyak. Corong adalah wajib dalam permainan regulasi, dan ada perlengkapan kepala empuk opsional yang dikenal sebagai tutup scrum, tujuan utamanya adalah melindungi telinga pemain paket di dalam scrum. Topi scrum sangat mirip dengan helm kulit lama sepak bola Amerika.
Dikenal sebagai lapangan, lapangan permainan rugby adalah permukaan berumput yang luas dengan panjang 100 meter dan lebar 70 meter dengan tegak lurus di setiap ujungnya. Di belakang tegak adalah area gawang, yang kedalamannya minimal 10 meter dan biasanya kedalamannya 22 meter. Penandaan garis diilustrasikan dalam diagram di bawah ini.
Pemain dan Posisi
Dua tim diwakili di lapangan, dengan 15 pemain per sisi. Para pemain dalam satu tim dipecah menjadi dua kelompok terpisah, kelompok dan punggung.
Secara umum, paket tersebut terdiri dari pemain yang lebih besar dan lebih fisik yang setara dengan gelandang bertahan di sepak bola Amerika. Punggung biasanya pemain yang lebih cepat dan lebih bermanuver dibandingkan dengan lini belakang dan penerima di sepak bola Amerika. Nomor jersey 1-8 mewakili pemain pak, dan 9-15 adalah punggung. Diagram di bawah mengilustrasikan pembagian lima belas posisi terpisah di lapangan permainan:Main Game
Permainan rugby tidak terlalu rumit; namun, ini sangat membingungkan bagi banyak orang yang tidak terbiasa dengan permainan tersebut. Ini dapat dikaitkan dengan fakta bahwa meskipun memiliki kesamaan dengan olahraga lain, ini sangat berbeda dari permainan lain yang kami coba bandingkan (yaitu sepak bola dan sepak bola Amerika). Tidak seperti sepak bola, membawa bola itu legal, yang dalam banyak hal membuatnya lebih mirip dengan sepak bola. Namun, tidak seperti sepak bola, tidak ada operan ke depan yang diperbolehkan dalam rugby, dan permainan pertandingan hanya dihentikan untuk adu penalti, bukan di antara setiap permainan.
Sebuah pertandingan panjang peraturan berlangsung selama 80 menit dibagi menjadi dua bagian 40 menit dengan istirahat 10 menit selama turun minum. Jam terus berjalan dan permainan hanya berhenti selama pertandingan untuk adu penalti. Pada dasarnya, rata-rata pemain rugby selalu bergerak bervariasi antara joging dan sprint habis-habisan. Olahrga rugby sering kali menjadi salah satu ajang taruhan di situs http://139.99.66.56/. Oleh karena itu, rugby menuntut tingkat kebugaran fisik yang tinggi, dan Anda mungkin tidak akan melihat banyak dari orang-orang ini di lapangan:
Tujuan Permainan
Tujuan rugby adalah untuk mencetak gol, yang dikenal sebagai try, dengan menyentuh bola di dalam zona akhir tim lawan. Setiap pemain dapat membawa bola dan mampu mencetak gol. Mencoba bernilai 5 poin, setelah itu tendangan konversi diberikan, memungkinkan kesempatan untuk mencetak 2 poin tambahan jika berhasil. Ada juga cara lain untuk mencetak gol, yang pertama adalah drop goal. Ini terjadi ketika seorang pemain menendang bola melewati tiang gawang tim lawan selama permainan, dan bernilai 3 poin. Agar gol jatuh dihitung, bola harus melakukan kontak dengan tanah sebelum ditendang (pada dasarnya dijatuhkan kemudian ditendang, menjadikannya manuver yang sulit). Tendangan pinalti juga dapat diberikan untuk penalti tertentu, memperbolehkan tendangan bebas dari tempat pelanggaran (selama berada di belakang garis 22 meter). Tendangan penalti juga bernilai 3 poin.
Jadi, bagaimana cara tim mencetak gol? Ada berbagai elemen yang terjadi saat bermain setelah kejadian tertentu. Dengan mengikuti skenario imajiner tentang bagaimana sebuah pertandingan dapat berlangsung, kita dapat menganalisis elemen-elemen ini.
Kickoff
Di awal pertandingan dan segera setelah turun minum, ada kickoff dari garis 50 meter. Siapa yang memulai ditentukan dengan lemparan koin sebelum pertandingan dimulai. Kickoff juga terjadi setelah tim mencetak try. Ini adalah area lain di mana rugby berbeda dari sepak bola Amerika; rugby adalah “buat, ambillah”, dengan tim pencetak gol menerima kickoff berikut.
Gerakan Bola
Saat menerima tendangan, pemain akan berusaha untuk memajukan bola ke atas lapangan baik dengan berlari, mengoper, atau menendang. Setiap pemain bisa menjalankan bola; namun, rekan satu tim tidak diperbolehkan menghalangi pemain bertahan untuk menjegal pembawa bola, dan menggunakan rekan satu tim Anda sebagai perisai saat membawa bola adalah ilegal. Passing diperbolehkan, tetapi hanya dalam bentuk lateral terbalik, artinya pemain yang Anda lewati harus berada di belakang Anda di lapangan permainan. Lateral dan lateral ke depan menghasilkan penalti. Terakhir, terkadang menguntungkan bagi pembawa bola untuk menendang bola melewati pertahanan, membiarkan dirinya sendiri atau rekan satu tim lainnya untuk menjatuhkannya atau menerimanya (menerima tendangan Anda sendiri atau rekan satu tim dapat diterima).
Ruck
Mari kita asumsikan pada titik ini bahwa pembawa bola ditangani oleh pertahanan. Apa yang terbentuk dari ini dikenal sebagai keributan. Saat ditekel, pembawa bola akan berusaha berguling sehingga punggungnya menghadap pertahanan dan akan melindungi bola dengan tubuhnya. Semua ini harus bersamaan dengan tekel, karena pemain di lapangan tidak diperbolehkan menjaga atau menangani bola sama sekali dengan tangan mereka. Saat pemain yang ditekel melindungi bola, pemain pak dari timnya (biasanya 2 atau 3) akan bergerak melewatinya dalam upaya untuk menjauhkan pertahanan dari bola, yang dapat diambil siapa pun pada saat ini. Dengan asumsi pertahanan belum memulihkan bola, pemain ofensif lain, biasanya scrum half, akan masuk, mengambil bola, dan mengopernya ke belakang, memungkinkan permainan dilanjutkan.
Scrum
Saat permainan berlanjut, mari kita asumsikan ada penalti. Bergantung pada pelanggarannya, tim lawan diberikan opsi dari ofisial. Banyak hukuman mengakibatkan tim lain diberikan scrum. Scrum adalah formasi rugby yang paling dikenal, dan Anda mungkin pernah melihat gambarnya sebelumnya. Ini adalah permainan set di mana pemain pak kedua tim mengikat diri bersama untuk membentuk tiga baris masing-masing (3 pria, lalu 4 pria, lalu 1 pria). Dengan kedua tim telah menciptakan formasi ini, kedua massa saling berhadapan dan mengunci bahu, dengan sebuah terowongan yang secara alami dibuat di antara barisan depan. Atas sinyal wasit, kedua tim saling berhadapan dan bola dilempar ke dalam terowongan oleh scrum half ofensif. Tujuannya kemudian untuk mengusir tim lawan dari bola, membawa bola di bawah tim Anda sendiri (tangan tidak diperbolehkan) dan ke tangan scrum half, yang sekarang sudah menunggunya. Dengan asumsi ini berhasil, bola diteruskan ke belakang dan permainan berlanjut. Scrum umumnya merupakan tempat yang sangat kasar, dan kemungkinan besar merupakan inspirasi dari Ralph Waldo Emerson ketika dia menulis:
Line-Out
Saat permainan berlanjut, pembawa bola ditangani di luar batas, yang dikenal dalam rugby sebagai sentuhan. Pada titik ini, permainan berhenti, dan tim lawan diberikan line-out. Dalam barisan, pemain ofensif melempar bola ke atas terowongan yang dibentuk oleh tim lawan, dan pengangkat mengangkat pelompat ke udara dalam upaya merebut bola sebelum tim lain melakukannya. Pengangkat dan pelompat harus menjadi anggota kelompok. Tim ofensif memiliki keuntungan karena mereka memutuskan berapa banyak pemain yang akan berpartisipasi dalam barisan, dan pertahanan hanya dapat menggunakan jumlah yang sama atau kurang. Selain itu, pelanggaran biasanya menggunakan strategi, dengan pemain melempar bola pada ketinggian dan jarak tertentu yang tidak diketahui oleh pertahanan. Bola harus dilempar tepat di atas terowongan agar kedua tim memiliki kesempatan yang sah untuk menguasai bola. Setelah menguasai bola, pelompat mengoper bola ke scrum half atau diturunkan dan menyerahkannya ke scrum half, dan permainan berlanjut.
Maul
Sekarang tim dengan bola mengancam untuk mencetak gol. Seorang pemain menerima umpan dan melewati beberapa pemain bertahan, bergerak sangat dekat ke zona percobaan. Namun, sebelum dia bisa masuk dan mendaratkan bola, dia dipukul oleh beberapa pemain bertahan. Tapi alih-alih jatuh ke tanah, dia mempertahankan pijakannya, membelakangi para pemain bertahan yang mencoba menjegalnya dan mulai melindungi bola secara efektif. Apa yang terjadi sekarang bisa disebut sebagai maul. Pada dasarnya, maul adalah ruck versi mobile yang berdiri. Pemain paket ofensif sekarang akan bergegas masuk dan mengikat pembawa bola, mendorongnya ke depan dalam upaya untuk terus mendapatkan posisi. Meskipun ilegal setelah maul dimulai bagi pembawa bola untuk membumikan bola, dia dapat menyerahkannya ke pemain lain. Biasanya scrum half akan mengambil bola darinya dan mengopernya ke belakang agar permainan bisa dilanjutkan.
-
Du Toit dan Scarratt bernama Pemain Rugby Dunia Tahun 2019

Pieter-Steph du Toit dari Afrika Selatan dan Emily Scarratt dari Inggris dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Dunia Pria dan Wanita 15-an Tahun Rugby Dunia tahun 2019 bekerja sama dengan Mastercard di World Rugby Awards di Tokyo, Jepang, pada hari Minggu.
Pada malam perayaan untuk juara dunia Afrika Selatan, Rassie Erasmus dinobatkan sebagai Pelatih Dunia Rugby of the Year dan Springboks juga dinobatkan sebagai Tim Dunia Rugby Terbaik Tahun Ini untuk pertama kalinya sejak 2009.
Du Toit dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Dunia Rugby Pria ke-15 tahun 2019, menjadi penerima Springbok pertama sejak Bryan Habana pada 2007 dan keseluruhan ketiga.
Ia menerima penghargaan di depan lima nominasi lainnya di kapten Wales Alun Wyn Jones, kapal selam Inggris Tom Curry, kapal selam Selandia Baru Ardie Savea, rekan setim Afrika Selatan Cheslin Kolbe dan pelaut Amerika Serikat Joe Taufete’e.
Du Toit berkata: “Kepada rekan satu tim saya dan staf pelatih kami, semua orang di sini malam ini mengatakan itu adalah olahraga tim dan saya tidak bisa lebih menekankan hal itu. “
“Bagi rekan satu tim saya, persahabatan yang kami buat selama beberapa bulan terakhir ini sangat sulit dipercaya dan bagi saya pribadi adalah suatu kehormatan besar bagi saya untuk menerima penghargaan ini.”
Scarratt menyelinap mulus ke usia 15-an pada tahun 2019 untuk mengklaim penghargaan Pemain Terbaik Dunia Wanita ke-15 Rugby, pemain Inggris pertama yang melakukannya sejak kaptennya Sarah Hunter pada 2016.
Dia menerima penghargaan di depan empat nominasi lain di tim Inggris Sarah Bern dan Katy Daley-Mclean, Prancis scrum-setengah Pauline Bourdon dan Selandia Baru scrum-setengah Kendra Cocksedge Selandia Baru.
Scarratt mengatakan: “Kami tidak mengejar pujian individu dan prestasi dalam olahraga tim dan saya telah sangat beruntung untuk bermain dengan dan melawan beberapa pemain fantastis selama bertahun-tahun dan itu pasti cukup keren.”
Ketua World Rugby, Sir Bill Beaumont mengatakan: “Ini merupakan tahun yang sangat istimewa bagi rugby, yang berpuncak pada salah satu Piala Dunia Rugby yang hebat.”
“Semua calon harus sangat bangga, tetapi Pieter-Steph du Toit dan Emily Scarratt telah beredar tahun ini dan benar-benar pantas menerima penghargaan mereka.”
Pemenang penghargaan dipilih oleh panel independen, yang memberikan suara pada setiap pertandingan dari Enam Negara hingga final Piala Dunia Rugby 2019. Untuk detail lebih lanjut tentang panel penghargaan masing-masing dapat dilihat di website maha168.
Daftar lengkap pemenang World Rugby Awards 2019 :
- Pemain Terbaik Dunia Rugby Pria ke-15, bekerja sama dengan Mastercard – Pieter-Steph du Toit (Afrika Selatan)
- Pemain Terbaik Dunia Rugby Wanita ke-15, bersama dengan Mastercard – Emily Scarratt (Inggris)
- Tim Rugby Dunia Terbaik Tahun Ini – Afrika Selatan
- Dunia Rugby Pelatih of the Year – Rassie Erasmus (Afrika Selatan)
- Dunia Rugby terobosan Player of the Year dalam hubungan dengan Tudor – Romain Ntamack (Prancis)
- Dunia Rugby Pria Sevens Player of the Year dalam hubungan dengan HSBC – Jerry Tuwai (Fiji)
- Dunia Pemain Terbaik Wanita Rugby Sevens of the Year bekerja sama dengan HSBC – Ruby Tui (Selandia Baru)
- World Rugby Referee Award – Wayne Barnes (Inggris)
- Vernon Pugh Award untuk Layanan Istimewa – Bernard Lapasset (Prancis)
- Penghargaan untuk Karakter dalam kaitannya dengan Land Rover – Kota Kamaishi
- IRP Special Merit Award – Jamie Heaslip (Irlandia)
- IRP Try of the Year – TJ Perenara (Selandia Baru, v Namibia)